Laman

Minggu, 05 Maret 2017

Komponen-Komponen Komunikasi Politik dan Implementasinya di Indonesia

Hallo readers...
Selamat datang kembali diblog gue, sebelumnya gue udah ngepost soal Komunikasi Politik di tulisan pertama gue.
Nah sekarang gue masih mau membahas soal politik lagi nih, tapi kali ini tentang komponen-komponen yang ada dalam komunikasi Politik itu sendiri dan implementasinya di Indonesia.
Hmm... kira kira apa aja sih komponen-komponen komunikasi politik itu? Dan apa sudah diterapkan secara maksimal di Indonesia atau belum? Mari kita lihat.

Komponen Komunikasi Politik
Menurut Nimmo ada 5 (lima) komponen yang harus ada dalam setiap proses komunikasi politik, yaitu komunikator politik, pesan politik, media, khalayak atau komunikan, dan efek-nya. Berikut penjabarannya :

1.Komunikator Politik
Komunikator Politik adalah orang atau sekelompok orang yang menyampaikan pesan poltik yang biasa nya berkaitan dengan kekuasaan pemerintah, kebijakan pemerintah, aturan pemerintah, kewenangan pemerintah yang bertujuan untuk mempengaruhi khalayak baik itu verbal atau non verbal.

2.Pesan Politik
Pesan politik merupakan salah satu unsur penting dalam komunikasi politik. Pada hakikatnya, pesan adalah suatu informasi yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan yang bertujuan untuk mencari persamaan makna atau persepsi. Karena pada dasarnya pula, pesan biasanya berisikan tentang gagasan atau ide manusia untuk disampaikan bahkan untuk diperbincangkan dengan manusia lain. Dan ragam pesan bisa berbentuk verbal dan non verbal. Menurut Nimmo, beberapa jenis pesan politik diantaranya adalah Retorika, Iklan Politik, dan Propaganda. 

3.Media
Media massa menurut Dennis McQuail (Littlejohn, 1999:327) merupakan jendela (windows) yang mampu untuk  melihat sekitarnya, interpreter yang membantu manusia memahami pengalaman mereka, bentuk komunikasi interkatif dengan adanya feedback dari khalayak, keragaman tanda-tanda yang menyajikan beragam intruksi dan arahan, filter dari menyajikan sebagian pengalaman dan focus terhadap yang lainnya, cermin yang merefleksikan diri sendiri dan sebagai pembawa kebenaran yg dipercaya.

4.Khalayak atau Komunikan
Khalayak komunikasi politik merupakan penerima pesan-pesan politik berupa khalayak atau masyarakat luas atau publik, yang memaknai dan terpengaruh dengan berita dan infoirmasi atau pesan yang mempunyai muatan politik dalam bentuk apapun adalah khalayak politik.

5.Efek
Efek komunikasi adalah dampak yang diikuti dari beragam bentuk pesan atau content komunikasi yang ditransformasikan  dalam interaksi komunikasi atau komunikasi massa bagi target audience yang menjadi sasaran (exposured) media dan saluran politik lainnya.

Implementasinya di Indonesia
Menurut gue untuk implementasinya sendiri, di Indonesia sudah menerapkan dan memenuhi 5 komponen-komponen politik itu. Dari komunikator politiknya, pemerintah sudah berusaha menyampaikan pesan politiknya, dari media pun pemerintah sudah menggunakan berbagai media, mulai dari media cetak, media visual dan media baru, sasarannya pun sudah jelas masyrakatnya dan efek yang dihasilkan bisa dirasakan oleh pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.
Contoh:
Penetapan Peraturan Ganjil dan Genap di Ibukota

Dalam kasus tersebut bisa kita lihat siapa yang menjadi komunikator politiknya, apa pesan politiknya, media apa saja yang digunakan, siapa yang menjadi sasaran dari peraturan tersebut dan apa efeknya.

Komunikator Politik :
Untuk kominkator politiknya dalam kasus tesebut dapat dilihat bahwa pemerintah provinsi DKI Jakarta yang menentukan peraturan tersebut, dan dengan bantuan Polda Metro Jaya, pemerintah DKI Jakarta mencoba untuk menerapkan peraturan tersebut.

Pesannya :
Untuk melakukan pembatasan kendaraan bermotor roda empat dengan sistem plat nomor ganjil-genap, yang area cakupannya dan periode waktunya mengikuti aturan three-in-one yang sekarang sudah dihapus.

Media yang digunakan :
Dalam penerapannya, peraturan tersebut sudah di publikasikan dalam berbagai media. Seperti koran, radio, televisi, bahkan dalam internet pun beritanya sudah tersebar luas.

Sasaran :
Dalam peraturan tersebut, peraturan ganjil-genap ini diperuntukkan untuk masyarakat ibukota yang hendak melintasi kawasan Jl. Sisingamangaraja, Jl. Sudirman, Jl. MH Thamrin, Jl. Medan Merdeka Barat, dan sebagian Jl. Gatot Soebroto (antara jalan layang Senayan sampai perempatan Kuningan).

Efek :
Dengan adanya peraturan tersebut terdapat beberapa efek yang terjadi,seperti :
1.      Menurunnya waktu tempuh perjalanan bus Transjakarta di koridor yang melalui lokasi diterapkannya ganjil-genap.
2.      Kecepatan kendaraan di kawasan ganjil genap meningkat sebanyak 20 persen
3.      Penumpang Transjakarta mengalami kenaikan sejak diberlakukan sistem tersebut

Sumber (efek) : http://megapolitan.kompas.com/read/2016/08/25/17253821/ini.dampak.positif.sistem.ganjil-genap.berdasarkan.evaluasi.polisi.dan.dishubtrans.dki

Seperti itu salah satu contoh komunikasi politik di Jakarta guys. So... kalo menurut gue, kesimpulan yang bisa kita dapat disini itu Indonesia sudah menerapkan semua komponen-komponen dari komunikasi politik itu sendiri, cuma... rasanya kurang tepat kalo kita bilangnya itu komunikasi politik Indonesia, karena gue rasa masih banyak daerah yang belum terjamah oleh pemerintah sendiri. Karena itu komunikasi politik Indonesia masih kurang maksimal, walaupun sudah berjalan dibeberapa daerah.
Well, jadi itulah komponen-komponen yang ada dalam komunikasi politik yang bisa gue share. Tapi bagaimana menurut kalian? Ada yang kurang kah? Kalau ada yang kurang tolong ditambahkan saja bosku, dikomen saja hahaha dan kalau ada koreksi juga boleh. Terimakasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar