Laman

Selasa, 07 Februari 2012

Komunikasi Politik

Hallo readers...
Selamat datang di blog gue. Sebelumnya, gue mau bilang kalau ini tulisan blog pertama gue yang “bener”, kenapa gue bilang begitu? Soalnya waktu SMP, gue pernah disuruh bikin blog sama guru TIK buat tugas dan inilah hasilnya. Ini blog lama gue, tapi ini tulisan pertama yang bener. Lalu kemana tulisan yang lama gue? Ya... dihapus, yang lama cuman main-main soalnya. Kalo yang ini akan gue seriusin, inshaAllah hahaha do’ain aja.

Oh iya, kebetulan gue kuliah disuatu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), gue kuliah disitu. Ada yang tau kah? Gak ada ya? Wajar, baru jadi negri soalnya hahaha abaikan.

Gue disini ngambil jurusan Ilmu Komunikasi dan alhamdulillah gue udah masuk semester 4 tahun ini. Disini gue mau ngebahas soal “Lingkup Studi Komunikasi Politik” nih. Gue sih nggak terlalu paham banget sama yang namanya Politik, tapi semenjak gue kuliah dan dapet pelajaran ilmu Politik, entah kenapa gue jadi ingin banget belajar soal Politik gitu hehehe jadi tolong berikan diriku kritik dan saran dipembahasan ini senpai

Kita langsung masuk pembahasan aja ya...
Apasih “Komunikasi Politik” itu?
Dari apa yang udah gue pelajarin, menurut gue
“Komunikasi Politik” itu terdiri dari dua hal yang berbeda. Pertama, Komunikasi dan kedua, Politik. Dari dua hal itu digabung jadi satu pengertian, menjadi “Komunikasi Politik”.

Dari Komunikasi sendiri punya beberapa pengertian dari berbagai ahli. Seperti :
·         Everett M. Rogers
Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.
·         Rogers & D. Lawrence Kincaid
Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yg pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yg mendalam.
·         Shannon & Weaver
Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yg saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi.
·         Harorl D. Lasswell
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yg menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa.
·         Raymond S. Ross
Komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yg serupa dengan yg dimaksudkan komunikator.

Itu cuman 5 pengertian yang gue kasih tentang Komunikasi, kalo kalian tau sebenernya masih banyak lagi pengertian tentang Komunikasi ini.
Sekarang Politik. Sama seperti Komunikasi, Politik juga mempunyai berbagai pengertian dari berbagai ahli. Seperti :
·         Roger  F.Soltau
Politik adalah ilmu yang mempelajari Negara, tujuan-tujuan Negara, dan lembaga-lembaga Negara yang akan melaksanakan tujuan tersebut serta hubungan antara Negara dengan warga negaranya serta Negara lain.
·         Robert
Politik adalah seni memerintah dan mengatur masyarakat manusia.
·         W.A Robson
Politik adalah ilmu yang mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat hakiki, dasar, proses-proses, ruang lingkup dan hasil-hasil.
·         Paul Janet
Politik adalah ilmu yang mengatur perkembangan Negara begitu juga prinsip-prinsip pemerintahan.
·         Harold Laswell
Politik adalah ilmu yang mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan.

Lalu bagaimana dengan “Komunikasi Politik” itu sendiri? “Komunikasi Politik” sendiri pun juga punya beragam pengertian dari berbagai ahli. Seperti :
·         Dan Nimmo
Komunikasi Politik sebagai kegiatan Komunikasi yang berdasarkan konsekuensi-konsekuensinya (aktual maupun potensial) yang mengatur perbuatan manusia di dalam kondisi-kondisi konflik. Definisi ini menggunakan pendekatan konflik.
·         Roelofs
Komunikasi Politik sebagai Komunikasi yang materi pesan-pesan berisi Politik yang mencakup masalah kekuasaan dan penempatan pada lembaga-lembaga kekuasaan (lembaga otoritatif). Definisi ini menggunakan pendekatan kekuasaan dan kelembagaan.
·         Mueller
Mengetengahkan bahwa Komunikasi Politik didefinisikan sebagai hasil yang bersifat Politik apabila menekankan pada hasil. Sedangkan definisi Komunikasi Politik jika menekankan pada fungsi Komunikasi Politik dalam sistem Politik, adalah Komunikasi yang terjadi dalam suatu sistem Politik dan antara sistem tersebut dengan lingkungannya.
·         Almond dan Powell 
Mendefinisikan Komunikasi Politik sebagai fungsi Politik bersama-sama  fungsi artikulasi, agregasi, sosialisasi dan rekruitmen yang terdapat di dalam suatu sistem Politik dan Komunikasi Politik merupakan prasyarat (prerequisite) bagi berfungsinya fungsi-fungsi Politik yang lain.
·         Miriam Budiardjo 
Komunikasi Politik merupakan salah satu fungsi partai Politik, yakni menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat dan mengaturnya sedemikian rupa – ”penggabungan kepentingan” (interest aggregation” dan “perumusan kepentingan” (interest articulation) untuk diperjuangkan menjadi public policy.

Jadi, apa yang bisa kita simpulkan disini? Menurut gue kita bisa mengartikan “Komunikasi Politik” dari pandangan Politik itu sendiri sih, yaitu; klasik, kekuasaan, kelembagaan, fungsionalis, atau konflik. Dari situ bisa kita tarik kesimpulan bahwa “Komunikasi Politik” itu merupakan sebuah proses Komunikasi, yang didalamnya melibatkan peran pemerintah dan masyarakat dalam membuat dan melaksanakan keputusan untuk kebaikan bersama bagi masyarakat yang tinggal dalam suatu daerah.

Ruang Lingkup Komunikasi Politik
Sebenarnya gue juga masih bingung, sejauh mana batas dari “Komunikasi Politik” itu sendiri. Apa hanya untuk para Politikus saja? Atau kita juga harus paham betul tentang “Komunikasi Politik” ini? Tapi gue coba mencari tahu dari blog-blog lain, siapa tau dapet pencerahan hehehe dan gue menemukan ini.

Membicarakan Komunikasi Politik tidak semudah dengan membicarakan gerakan Politik. Kesulitan itu muncul karena ada dua konsep yang mengusung disiplin ilmu ini, yakni konsep Komunikasi dan konsep Politik .
Di kampus-kampus tempat studi Komunikasi Politik diajarkan, terutama untuk jenjang mahasiswa pascasarjana, materi pembelajaran Komunikasi Politik akan lebih banyak berkisar pada aktivitas secara praktis, misalnya rapat kerja partai, pemilu, kampanye, dan pengarahan massa.  Itu di ajarkan oleh dosen yang berlatar belakang ilmu Politik. Sebaliknya jika hal itu di ajarkan oleh dosen yang berlatar belakang Komunikasi, penekanannya akan lebih banyak pada aspek-aspek Komunikasi massa, propaganda, dan penggunaan media untuk mempengaruhi para pemilih. Kesulitan untuk mengaitkan dua disiplin ilmu ini bukan saja terjadi dalam studi Komunikasi Politik, tetapi hampir semua kajian ilmu yang dibangun oleh dua disiplin yang berbeda, seperti Komunikasi antar budaya, Komunikasi organisasi, Politik ekonomi, sosiologi pertanian dan semacamnya.
Komunikasi Politik adalah sebuah studi yang interdisiplinari yang dibangun atas berbagai macam disiplin ilmu, terutama dalam hubungan antara proses Komunikasi dan proses Politik. Ia merupakan wilayah pertarungan dan di meriahkan oleh persaingan teori, pendekatan, agenda dan konsep dalam membangun jati dirinya. Oleh karena itu pula, Komunikasi yang membicarakan tentang Politik kadang diklaim sebagai studi tentang aspek-aspek Politik dari Komunikasi publik, dan sering dikaitkan sebagai komunkasi kampanye pemilu (election campaign) karena mencakup masalah persuasi terhadap pemilih, debat antar kandidat dan penggunaan media massa sebagai alat kampanye.
Lain lagi dari sumber yang satu ini.
Menurut Leonard W Dob, Komunikator Politik dapat dibagi dalam 3 macam, yaitu :
1.      Politikus sebagai Komunikator Politik, Politikus adalah orang yg memiliki otoritas untuk berKomunikasi sebagai wakil dari kelompok atau langganan; pesan-pesan nya mengajukan dan melindungi tujuan kepentingan Politik. Artinya Komunikator Politik mewakili kepentingan kelompok. Namun demikian ada juga Politikus yang bertindak sebagai Ideolog yang aktivitasnya membuat kebijakan yang luas, mengusahakan reformasi dan bahkan mendukung perubahan revolusioner. 
2.      Komunikator Profesional dalam Politik, Komunikator Profesional adalah orang yang menghubungkan golongan elit dalam organisasi atau komunitas manapun dengan khalayak umum; secara horizontal ia menghubungkan dua komunitas bahasa yang dibedakan pada tingkat struktur social yang sama. Menurutnya, sifat komunikator ini adalah “ bahwa pesan yang dihasilkan tidak memiliki hubungan yang pasti dengan pikiran dan tanggapannya sendiri”. Klasifikasi Komunikator Profesional adalah meliputi ; Jurnalis, Promotor.
3.      Aktivis atau Komunikator Paruh Waktu (part Time), Adalah orang yang cukup banyak terlibat dalam kegiatan Politik atau “Komunikasi Politik” tetapi tidak menjadikan kegiatanya sebagai lapangan pekerjaanya. Kategori komunikator ini adalah Jurubicara, Pemuka Pendapat, Pengamat. 
Sumber (Komunikator) Dalam ”Komunikasi Politik”

Sumber : http://teknologidanpolitikkomunikasi.blogspot.co.id/p/komunikasi-politik_11.html

See? Sejauh ini yang bisa gue ngerti “Komunikasi Politik” ini sebagian besar diperuntukkan kalangan politikus saja, sebagian kecilnya bisa untuk kepentingan masyarakat. Itupun hanya dalam Organisasi Kemasyarakatan dan para Aktivis saja. Harusnya sih ya kalo menurut gue, “Komunikasi Politik” ini harus disosialisasikan kepada masyarakat agar mereka paham betul dengan apa yang dimaksud “Komunikasi Politik” itu.


Oke friends, baru itu yang mau gue bahas ditulisan kali ini. Daaan... mohon dimaafkan atas kekurangan gue dalam membentuk sebuah topik bahasan ini, maklum masih newbie hehehe πŸ˜„
Maka dari itu tolong berikan kritik dan sarannya ya, supaya gue bisa membuat tulisan yang lebih berbobot lagi πŸ™

Tidak ada komentar:

Posting Komentar