Laman

Senin, 15 Mei 2017



Emmanuel Macron resmi dilantik menjadi Presiden Perancis dalam pemilu putaran kedua pada tanggal 7 Mei 2017. Macron mengkalahkan Marine Le Pen dengan perolehan suara 66.1%. Hal ini cukup mengejutkan Karena pada awalnya, Le Pen lebih diunggulkan untuk menang dalam pemilihan ini.

Meskipun hasil dari pemilihan ini dianggap mengejutkan, namun terhitung pemilih yang ikut andil dalam kemenangan Macron ini lebih sedikit dari pemilu-pemilu presiden Perancis sebelumnya. Macron sendiri akan disahkan sebagai Presiden pada tanggal 14 Mei Nanti.
Kemenangan Macron didasari dari berbagai hal. Macron dianggap membawa angin segar dalam pemerintahan perancis, bahkan Eropa Karena berbagai hal, dari Macron, Oposisinya, hingga masyarakat.

Latar belakang Macron yang awalnya dianggap bukan siapa-siapa, yaitu bekerja sebagai banker dan kemudian masuk ke ranah politik. Macron juga dianggap masih terlalu muda (39 tahun) oleh banyak pihak. Namun Macron memiliki kinerja yang baik, dan namanya mulai digaungkan pada saat ia diangkat menjadi Menteri ekonomi pada pemerintahan cabinet valls yang dipimpin oleh presiden sebelumnya, Francois Hollande.

Cara Macron dalam mengambil simpati masyarakat juga terbilang unik. Macron mengaku sebagai Non Blok atau sentris yaitu tidak membela salah satu sisi dimana kedua sisi seringkali menjadi acuan dalam mengambil keputusan dalam pemerintahan.

Tanpa mempunyai kekuatan politik besar, ia menyuarakan gerakan En Marche!, yaitu gerakan yang didukung oleh relawan yang dikumpulkan melalui internet yang bertugas menanyakan masyarakat sekitarnya akan hal apa yang diinginkan dari seorang pemimpin pemerintahan.  Dengan cara ini pulalah Macron mampu mengkalahkan persaingan antar dua Partai berkuasa di Perancis yang sudah menjadi partai penguasa dalam 60 tahun terakhir Pemerintahan Perancis.


Di sisi lain, Masyarakat Perancis menilai oposisi Macron, Marine Le Pen, yang merupakan anggota blok kanan dianggap terlalu memperdulikan masalah partainya (terutama Karena ayah Le Pen sendiri adalah pembentuk partai yang Le Pen duduki sekarang) dan memiliki visi-visi yang tidak sesuai dengan keadaan masyarakat Perancis sekarang, seperti ekonomi, imigrasi, dan hal-hal lainnya. 


Minggu, 07 Mei 2017

Fenomena Karangan Bunga Untuk Ahok & Djarot

Pada tanggal 26 April 2017 lalu, Jakarta dihebohkan dengan banyaknya karangan bunga yang ada di depan balai kota. Fenomena ini menjadi perhatian banyak pihak, baik di Jakarta sendiri maupun sampai di daerah-daerah lain, bahkan mungkin juga sampai ke manca negara.

Karangan bunga itu ternyata bukan hanya datang dari warga Jakarta tetapi juga dari warga luar Jakarta. Bahkan kabarnya karangan bunga yang ada di balai kota tersebut mencapai 5.016 buah (sumber: Kompas.com), dan karena keterbatasan tempat di balai kota, karangan bunga yang akan diberikan ke Ahok dan Djarot itu sampai diletakkan mengelilingi kawasan Monas dan sekitarnya.

Fenomena ini baru pertama kali terjadi dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Bagimana mungkin seseorang yang kalah dalam suatu Pemilihan Kepala Daerah justru mendapatkan respon yang sangat luar biasa besarnya dari warga yang pernah dipimpinnya?

Tentunya karangan bunga tesebut adalah sebuah bentuk/simbol dari masyarakat untuk mengkomunikasikan atau menyampaikan suatu pesan. Simbol yang disampaikan akan bermakna bagi pihak lain bila simbol bunga tersebut dimaknai sama dengan yang dimaksud oleh pengirim/pemberinya. Jadi, pemaknaan terhadap ribuan karangan bunga yang terkirim tersebut sangat bergantung pada pemaknaan masing-masing. Oleh karena itu, tidak salah bila pengiriman ribuan bunga itu sebagai dukungan moral, rasa simpati, dukungan pada aparat dalam bertindak, atau sebaliknya tidak sedikit pula yang menganggapnya sebagai bagaian dari rekayasa, bahkan pencitraan.

Menurut saya, dari fenomena karangan bunga ini sebagai bentuk komunikasi politik mengandung sisi positif dan negatifnya.

Sisi positifnya, dengan mengirim karangan bunga tersebut situasi politik yang panas di Jakarta belakang-belakangan ini bisa mendingin, kehebohan massa dalam jumlah besar yang rawan memunculkan konflik, bahkan kerusuhan bisa dihindari. Di sisi lain, para pedagang serta pengrajin karangan bunga juga memperoleh rezeki yang tidak terduga. Sisi negatifnya, banyaknya sampah yang dihasilkan justru menimbulkan pandangan negatif dari pihak lain.

Dari penjelasan saya diatas, bila dikaitkan dengan teori Lasswell maka:
  • Who, disini tertuju oleh komunikator yang tidak lain adalah sebagian warga Jakarta dan warga dari luar Jakarta.
  • Says What, yaitu pesan yang disampaikan oleh komunikator. Melalui karangan bunga, pesan yang disampaikan pada fenomena komunikasi politik tersebut adalah ucapan terima kasih, rasa sedih, apresiasi, bahkan juga dukungan kepada Ahok & Djarot.
  • In Which Channel, dari penjelasan diatas kita bisa melihat melalui media apa sebagian warga Jakarta dan warga dari luar Jakarta menyampaikan pesan yang ingin disampaikan. Yaitu dengan karangan bunga, dengan begitu ini merupakan media terbaru yang digunakan komunikator untuk menyampaikan pesannya politiknya.
  • To Whom, pesan yang disampaikan melalu karangan bunga tertuju untuk pasangan gubernur Ahok & Djarot yang akan melepas jabatannya karena kalah dalam PILKADA 2017 lalu, dan para aparat yang telah bertugas.
  • With What Effect, dampak umum yang dihasilkan begitu beragam, dari antusiasme masyarakat yang tinggi hingga berbagai presepsi yang timbul di masyarakat, mulai dari positif sampai negatif. Namun, dari fenomena karangan bunga tersebut sebagai bentuk komunikasi politik mengandung dampak positif dan negatif yang pasti. Dampak positifnya pesan yang disampaikan tertuju langsung kepada Ahok & Djarot, terbuka sehingga masyarakat bisa menilai secara langsung. Sedangkan dampak negatifnya, ketidak efektifan dalam berkomunikasi karena memerlukan biaya yang cukup besar, memerlukan tempat yang luas, dan meninggalkan sampah.

Minggu, 05 Maret 2017

Komponen-Komponen Komunikasi Politik dan Implementasinya di Indonesia

Hallo readers...
Selamat datang kembali diblog gue, sebelumnya gue udah ngepost soal Komunikasi Politik di tulisan pertama gue.
Nah sekarang gue masih mau membahas soal politik lagi nih, tapi kali ini tentang komponen-komponen yang ada dalam komunikasi Politik itu sendiri dan implementasinya di Indonesia.
Hmm... kira kira apa aja sih komponen-komponen komunikasi politik itu? Dan apa sudah diterapkan secara maksimal di Indonesia atau belum? Mari kita lihat.

Komponen Komunikasi Politik
Menurut Nimmo ada 5 (lima) komponen yang harus ada dalam setiap proses komunikasi politik, yaitu komunikator politik, pesan politik, media, khalayak atau komunikan, dan efek-nya. Berikut penjabarannya :

1.Komunikator Politik
Komunikator Politik adalah orang atau sekelompok orang yang menyampaikan pesan poltik yang biasa nya berkaitan dengan kekuasaan pemerintah, kebijakan pemerintah, aturan pemerintah, kewenangan pemerintah yang bertujuan untuk mempengaruhi khalayak baik itu verbal atau non verbal.

2.Pesan Politik
Pesan politik merupakan salah satu unsur penting dalam komunikasi politik. Pada hakikatnya, pesan adalah suatu informasi yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan yang bertujuan untuk mencari persamaan makna atau persepsi. Karena pada dasarnya pula, pesan biasanya berisikan tentang gagasan atau ide manusia untuk disampaikan bahkan untuk diperbincangkan dengan manusia lain. Dan ragam pesan bisa berbentuk verbal dan non verbal. Menurut Nimmo, beberapa jenis pesan politik diantaranya adalah Retorika, Iklan Politik, dan Propaganda. 

3.Media
Media massa menurut Dennis McQuail (Littlejohn, 1999:327) merupakan jendela (windows) yang mampu untuk  melihat sekitarnya, interpreter yang membantu manusia memahami pengalaman mereka, bentuk komunikasi interkatif dengan adanya feedback dari khalayak, keragaman tanda-tanda yang menyajikan beragam intruksi dan arahan, filter dari menyajikan sebagian pengalaman dan focus terhadap yang lainnya, cermin yang merefleksikan diri sendiri dan sebagai pembawa kebenaran yg dipercaya.

4.Khalayak atau Komunikan
Khalayak komunikasi politik merupakan penerima pesan-pesan politik berupa khalayak atau masyarakat luas atau publik, yang memaknai dan terpengaruh dengan berita dan infoirmasi atau pesan yang mempunyai muatan politik dalam bentuk apapun adalah khalayak politik.

5.Efek
Efek komunikasi adalah dampak yang diikuti dari beragam bentuk pesan atau content komunikasi yang ditransformasikan  dalam interaksi komunikasi atau komunikasi massa bagi target audience yang menjadi sasaran (exposured) media dan saluran politik lainnya.

Implementasinya di Indonesia
Menurut gue untuk implementasinya sendiri, di Indonesia sudah menerapkan dan memenuhi 5 komponen-komponen politik itu. Dari komunikator politiknya, pemerintah sudah berusaha menyampaikan pesan politiknya, dari media pun pemerintah sudah menggunakan berbagai media, mulai dari media cetak, media visual dan media baru, sasarannya pun sudah jelas masyrakatnya dan efek yang dihasilkan bisa dirasakan oleh pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.
Contoh:
Penetapan Peraturan Ganjil dan Genap di Ibukota

Dalam kasus tersebut bisa kita lihat siapa yang menjadi komunikator politiknya, apa pesan politiknya, media apa saja yang digunakan, siapa yang menjadi sasaran dari peraturan tersebut dan apa efeknya.

Komunikator Politik :
Untuk kominkator politiknya dalam kasus tesebut dapat dilihat bahwa pemerintah provinsi DKI Jakarta yang menentukan peraturan tersebut, dan dengan bantuan Polda Metro Jaya, pemerintah DKI Jakarta mencoba untuk menerapkan peraturan tersebut.

Pesannya :
Untuk melakukan pembatasan kendaraan bermotor roda empat dengan sistem plat nomor ganjil-genap, yang area cakupannya dan periode waktunya mengikuti aturan three-in-one yang sekarang sudah dihapus.

Media yang digunakan :
Dalam penerapannya, peraturan tersebut sudah di publikasikan dalam berbagai media. Seperti koran, radio, televisi, bahkan dalam internet pun beritanya sudah tersebar luas.

Sasaran :
Dalam peraturan tersebut, peraturan ganjil-genap ini diperuntukkan untuk masyarakat ibukota yang hendak melintasi kawasan Jl. Sisingamangaraja, Jl. Sudirman, Jl. MH Thamrin, Jl. Medan Merdeka Barat, dan sebagian Jl. Gatot Soebroto (antara jalan layang Senayan sampai perempatan Kuningan).

Efek :
Dengan adanya peraturan tersebut terdapat beberapa efek yang terjadi,seperti :
1.      Menurunnya waktu tempuh perjalanan bus Transjakarta di koridor yang melalui lokasi diterapkannya ganjil-genap.
2.      Kecepatan kendaraan di kawasan ganjil genap meningkat sebanyak 20 persen
3.      Penumpang Transjakarta mengalami kenaikan sejak diberlakukan sistem tersebut

Sumber (efek) : http://megapolitan.kompas.com/read/2016/08/25/17253821/ini.dampak.positif.sistem.ganjil-genap.berdasarkan.evaluasi.polisi.dan.dishubtrans.dki

Seperti itu salah satu contoh komunikasi politik di Jakarta guys. So... kalo menurut gue, kesimpulan yang bisa kita dapat disini itu Indonesia sudah menerapkan semua komponen-komponen dari komunikasi politik itu sendiri, cuma... rasanya kurang tepat kalo kita bilangnya itu komunikasi politik Indonesia, karena gue rasa masih banyak daerah yang belum terjamah oleh pemerintah sendiri. Karena itu komunikasi politik Indonesia masih kurang maksimal, walaupun sudah berjalan dibeberapa daerah.
Well, jadi itulah komponen-komponen yang ada dalam komunikasi politik yang bisa gue share. Tapi bagaimana menurut kalian? Ada yang kurang kah? Kalau ada yang kurang tolong ditambahkan saja bosku, dikomen saja hahaha dan kalau ada koreksi juga boleh. Terimakasih

Selasa, 07 Februari 2012

Komunikasi Politik

Hallo readers...
Selamat datang di blog gue. Sebelumnya, gue mau bilang kalau ini tulisan blog pertama gue yang “bener”, kenapa gue bilang begitu? Soalnya waktu SMP, gue pernah disuruh bikin blog sama guru TIK buat tugas dan inilah hasilnya. Ini blog lama gue, tapi ini tulisan pertama yang bener. Lalu kemana tulisan yang lama gue? Ya... dihapus, yang lama cuman main-main soalnya. Kalo yang ini akan gue seriusin, inshaAllah hahaha do’ain aja.

Oh iya, kebetulan gue kuliah disuatu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), gue kuliah disitu. Ada yang tau kah? Gak ada ya? Wajar, baru jadi negri soalnya hahaha abaikan.

Gue disini ngambil jurusan Ilmu Komunikasi dan alhamdulillah gue udah masuk semester 4 tahun ini. Disini gue mau ngebahas soal “Lingkup Studi Komunikasi Politik” nih. Gue sih nggak terlalu paham banget sama yang namanya Politik, tapi semenjak gue kuliah dan dapet pelajaran ilmu Politik, entah kenapa gue jadi ingin banget belajar soal Politik gitu hehehe jadi tolong berikan diriku kritik dan saran dipembahasan ini senpai

Kita langsung masuk pembahasan aja ya...
Apasih “Komunikasi Politik” itu?
Dari apa yang udah gue pelajarin, menurut gue
“Komunikasi Politik” itu terdiri dari dua hal yang berbeda. Pertama, Komunikasi dan kedua, Politik. Dari dua hal itu digabung jadi satu pengertian, menjadi “Komunikasi Politik”.

Dari Komunikasi sendiri punya beberapa pengertian dari berbagai ahli. Seperti :
·         Everett M. Rogers
Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.
·         Rogers & D. Lawrence Kincaid
Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yg pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yg mendalam.
·         Shannon & Weaver
Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yg saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi.
·         Harorl D. Lasswell
Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yg menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa.
·         Raymond S. Ross
Komunikasi adalah suatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan simbol-simbol sedemikian rupa sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respons dari pikirannya yg serupa dengan yg dimaksudkan komunikator.

Itu cuman 5 pengertian yang gue kasih tentang Komunikasi, kalo kalian tau sebenernya masih banyak lagi pengertian tentang Komunikasi ini.
Sekarang Politik. Sama seperti Komunikasi, Politik juga mempunyai berbagai pengertian dari berbagai ahli. Seperti :
·         Roger  F.Soltau
Politik adalah ilmu yang mempelajari Negara, tujuan-tujuan Negara, dan lembaga-lembaga Negara yang akan melaksanakan tujuan tersebut serta hubungan antara Negara dengan warga negaranya serta Negara lain.
·         Robert
Politik adalah seni memerintah dan mengatur masyarakat manusia.
·         W.A Robson
Politik adalah ilmu yang mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat hakiki, dasar, proses-proses, ruang lingkup dan hasil-hasil.
·         Paul Janet
Politik adalah ilmu yang mengatur perkembangan Negara begitu juga prinsip-prinsip pemerintahan.
·         Harold Laswell
Politik adalah ilmu yang mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan.

Lalu bagaimana dengan “Komunikasi Politik” itu sendiri? “Komunikasi Politik” sendiri pun juga punya beragam pengertian dari berbagai ahli. Seperti :
·         Dan Nimmo
Komunikasi Politik sebagai kegiatan Komunikasi yang berdasarkan konsekuensi-konsekuensinya (aktual maupun potensial) yang mengatur perbuatan manusia di dalam kondisi-kondisi konflik. Definisi ini menggunakan pendekatan konflik.
·         Roelofs
Komunikasi Politik sebagai Komunikasi yang materi pesan-pesan berisi Politik yang mencakup masalah kekuasaan dan penempatan pada lembaga-lembaga kekuasaan (lembaga otoritatif). Definisi ini menggunakan pendekatan kekuasaan dan kelembagaan.
·         Mueller
Mengetengahkan bahwa Komunikasi Politik didefinisikan sebagai hasil yang bersifat Politik apabila menekankan pada hasil. Sedangkan definisi Komunikasi Politik jika menekankan pada fungsi Komunikasi Politik dalam sistem Politik, adalah Komunikasi yang terjadi dalam suatu sistem Politik dan antara sistem tersebut dengan lingkungannya.
·         Almond dan Powell 
Mendefinisikan Komunikasi Politik sebagai fungsi Politik bersama-sama  fungsi artikulasi, agregasi, sosialisasi dan rekruitmen yang terdapat di dalam suatu sistem Politik dan Komunikasi Politik merupakan prasyarat (prerequisite) bagi berfungsinya fungsi-fungsi Politik yang lain.
·         Miriam Budiardjo 
Komunikasi Politik merupakan salah satu fungsi partai Politik, yakni menyalurkan aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat dan mengaturnya sedemikian rupa – ”penggabungan kepentingan” (interest aggregation” dan “perumusan kepentingan” (interest articulation) untuk diperjuangkan menjadi public policy.

Jadi, apa yang bisa kita simpulkan disini? Menurut gue kita bisa mengartikan “Komunikasi Politik” dari pandangan Politik itu sendiri sih, yaitu; klasik, kekuasaan, kelembagaan, fungsionalis, atau konflik. Dari situ bisa kita tarik kesimpulan bahwa “Komunikasi Politik” itu merupakan sebuah proses Komunikasi, yang didalamnya melibatkan peran pemerintah dan masyarakat dalam membuat dan melaksanakan keputusan untuk kebaikan bersama bagi masyarakat yang tinggal dalam suatu daerah.

Ruang Lingkup Komunikasi Politik
Sebenarnya gue juga masih bingung, sejauh mana batas dari “Komunikasi Politik” itu sendiri. Apa hanya untuk para Politikus saja? Atau kita juga harus paham betul tentang “Komunikasi Politik” ini? Tapi gue coba mencari tahu dari blog-blog lain, siapa tau dapet pencerahan hehehe dan gue menemukan ini.

Membicarakan Komunikasi Politik tidak semudah dengan membicarakan gerakan Politik. Kesulitan itu muncul karena ada dua konsep yang mengusung disiplin ilmu ini, yakni konsep Komunikasi dan konsep Politik .
Di kampus-kampus tempat studi Komunikasi Politik diajarkan, terutama untuk jenjang mahasiswa pascasarjana, materi pembelajaran Komunikasi Politik akan lebih banyak berkisar pada aktivitas secara praktis, misalnya rapat kerja partai, pemilu, kampanye, dan pengarahan massa.  Itu di ajarkan oleh dosen yang berlatar belakang ilmu Politik. Sebaliknya jika hal itu di ajarkan oleh dosen yang berlatar belakang Komunikasi, penekanannya akan lebih banyak pada aspek-aspek Komunikasi massa, propaganda, dan penggunaan media untuk mempengaruhi para pemilih. Kesulitan untuk mengaitkan dua disiplin ilmu ini bukan saja terjadi dalam studi Komunikasi Politik, tetapi hampir semua kajian ilmu yang dibangun oleh dua disiplin yang berbeda, seperti Komunikasi antar budaya, Komunikasi organisasi, Politik ekonomi, sosiologi pertanian dan semacamnya.
Komunikasi Politik adalah sebuah studi yang interdisiplinari yang dibangun atas berbagai macam disiplin ilmu, terutama dalam hubungan antara proses Komunikasi dan proses Politik. Ia merupakan wilayah pertarungan dan di meriahkan oleh persaingan teori, pendekatan, agenda dan konsep dalam membangun jati dirinya. Oleh karena itu pula, Komunikasi yang membicarakan tentang Politik kadang diklaim sebagai studi tentang aspek-aspek Politik dari Komunikasi publik, dan sering dikaitkan sebagai komunkasi kampanye pemilu (election campaign) karena mencakup masalah persuasi terhadap pemilih, debat antar kandidat dan penggunaan media massa sebagai alat kampanye.
Lain lagi dari sumber yang satu ini.
Menurut Leonard W Dob, Komunikator Politik dapat dibagi dalam 3 macam, yaitu :
1.      Politikus sebagai Komunikator Politik, Politikus adalah orang yg memiliki otoritas untuk berKomunikasi sebagai wakil dari kelompok atau langganan; pesan-pesan nya mengajukan dan melindungi tujuan kepentingan Politik. Artinya Komunikator Politik mewakili kepentingan kelompok. Namun demikian ada juga Politikus yang bertindak sebagai Ideolog yang aktivitasnya membuat kebijakan yang luas, mengusahakan reformasi dan bahkan mendukung perubahan revolusioner. 
2.      Komunikator Profesional dalam Politik, Komunikator Profesional adalah orang yang menghubungkan golongan elit dalam organisasi atau komunitas manapun dengan khalayak umum; secara horizontal ia menghubungkan dua komunitas bahasa yang dibedakan pada tingkat struktur social yang sama. Menurutnya, sifat komunikator ini adalah “ bahwa pesan yang dihasilkan tidak memiliki hubungan yang pasti dengan pikiran dan tanggapannya sendiri”. Klasifikasi Komunikator Profesional adalah meliputi ; Jurnalis, Promotor.
3.      Aktivis atau Komunikator Paruh Waktu (part Time), Adalah orang yang cukup banyak terlibat dalam kegiatan Politik atau “Komunikasi Politik” tetapi tidak menjadikan kegiatanya sebagai lapangan pekerjaanya. Kategori komunikator ini adalah Jurubicara, Pemuka Pendapat, Pengamat. 
Sumber (Komunikator) Dalam ”Komunikasi Politik”

Sumber : http://teknologidanpolitikkomunikasi.blogspot.co.id/p/komunikasi-politik_11.html

See? Sejauh ini yang bisa gue ngerti “Komunikasi Politik” ini sebagian besar diperuntukkan kalangan politikus saja, sebagian kecilnya bisa untuk kepentingan masyarakat. Itupun hanya dalam Organisasi Kemasyarakatan dan para Aktivis saja. Harusnya sih ya kalo menurut gue, “Komunikasi Politik” ini harus disosialisasikan kepada masyarakat agar mereka paham betul dengan apa yang dimaksud “Komunikasi Politik” itu.


Oke friends, baru itu yang mau gue bahas ditulisan kali ini. Daaan... mohon dimaafkan atas kekurangan gue dalam membentuk sebuah topik bahasan ini, maklum masih newbie hehehe 😄
Maka dari itu tolong berikan kritik dan sarannya ya, supaya gue bisa membuat tulisan yang lebih berbobot lagi 🙏